SITUBONDO — Penantian masyarakat terhadap beroperasinya Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Prosiwangi) belum sepenuhnya berakhir. Meski pembangunan sejumlah ruas telah dinyatakan rampung 100 persen, kendaraan masyarakat belum dapat langsung melintas karena masih terdapat tahapan teknis dan keselamatan yang harus diselesaikan sebelum izin pengoperasian resmi diterbitkan.
Kondisi tersebut terjadi pada koridor Jalan Tol Probolinggo–Besuki, khususnya Seksi 1 dan Seksi 2 yang membentang sepanjang kurang lebih 24 kilometer dari Suko hingga Kraksaan.
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi pada kedua seksi tersebut telah selesai. Bahkan, Seksi 1 dan Seksi 2 telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Namun, keberadaan SLO tersebut belum serta-merta membuat ruas tol dapat langsung dioperasikan secara komersial.
Masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan dan pemeriksaan yang menjadi bagian dari rangkaian akhir sebelum jalan tol benar-benar dinyatakan siap digunakan masyarakat.
Rampung Secara Fisik, Belum Berarti Selesai Secara Sistem
Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat masih harus menunggu.
Jalan tol bukan hanya sebidang jalan yang telah selesai dibangun. Sebelum dibuka, seluruh sistem yang berkaitan dengan keselamatan, kelayakan fungsi, fasilitas pendukung dan konektivitas antarjaringan harus dipastikan berjalan sesuai standar.
Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya pada Jumat petang (7/8/2026) menjelaskan perkembangan terbaru proyek tersebut.
“Saat ini, seksi 1 dan seksi 2 dari Suko hingga Kraksaan telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO),” terang Dody.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan fisik Seksi 1 dan Seksi 2 memang telah selesai.
Namun, untuk masuk ke tahap pengoperasian komersial, masih terdapat beberapa hal yang harus disempurnakan.
Simpang Susun Gending Jadi Bagian Penting
Salah satu titik yang masih menjadi perhatian adalah Simpang Susun Gending.
Simpang susun ini memiliki peran penting karena menghubungkan Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi atau Prosiwangi.
Kementerian PU menyatakan jadwal pengoperasian komersial Seksi 1 dan Seksi 2 masih menunggu penyempurnaan pada simpang susun tersebut.
Artinya, kesiapan jalan tol tidak hanya dinilai berdasarkan kondisi badan jalan pada masing-masing seksi, tetapi juga bagaimana seluruh bagian jaringan tersebut dapat terkoneksi dan berfungsi secara aman.
Jika titik penghubung belum sepenuhnya siap, maka pembukaan ruas secara komersial juga harus menunggu hingga seluruh sistem memenuhi persyaratan.
Seksi Paiton-Besuki Masih Menunggu Hasil Uji
Berbeda dengan Seksi 1 dan Seksi 2, kondisi Seksi 3 Paiton–Besuki masih berada pada tahapan pemeriksaan.
Kementerian PU menyatakan Seksi 3 saat ini tengah menjalani Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO).
Tahapan ULFO menjadi bagian penting untuk memastikan ruas jalan tol memenuhi berbagai standar sebelum digunakan masyarakat.
Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kesiapan fungsi jalan sekaligus memastikan aspek teknis dan keselamatan telah terpenuhi.
Kehadiran Seksi Paiton–Besuki sendiri sangat strategis karena akan memperkuat konektivitas koridor timur Jawa dan memberikan akses yang lebih cepat bagi mobilitas masyarakat serta kegiatan distribusi barang.
Ada Temuan Tim ULFO yang Masih Harus Disempurnakan
Dalam proses pemeriksaan tersebut, Tim ULFO menemukan sejumlah aspek utama yang masih memerlukan penyempurnaan.
Kementerian PU menyebut perbaikan tersebut harus dilakukan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tim ULFO menemukan sejumlah aspek utama yang memerlukan penyempurnaan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol,” ungkap Dody.
Temuan tersebut tidak kemudian berarti proyek gagal atau tidak layak. Sebaliknya, temuan dalam proses pemeriksaan menjadi bagian dari mekanisme untuk memastikan seluruh persyaratan dipenuhi sebelum pengoperasian.
Atas hasil pemeriksaan itu, BUJT telah menyatakan komitmen untuk segera menyelesaikan seluruh rekomendasi perbaikan yang berkaitan dengan aspek keselamatan dan teknis.
Mengapa Tidak Langsung Dibuka?
Pertanyaan tersebut menjadi hal yang wajar di tengah masyarakat yang telah lama menantikan kehadiran Tol Probolinggo–Besuki.
Jawabannya terletak pada perbedaan antara selesainya konstruksi dan terpenuhinya seluruh persyaratan pengoperasian.
Sebuah jalan tol dapat dikatakan selesai dibangun secara fisik, tetapi sebelum digunakan masyarakat, masih harus melewati rangkaian pemeriksaan dan verifikasi untuk memastikan keselamatan pengguna.
Dalam konteks Prosiwangi, Seksi 1 dan Seksi 2 telah menyelesaikan konstruksi dan memperoleh SLO. Namun, pengoperasian komersial masih menunggu penyempurnaan Simpang Susun Gending.
Sementara Seksi 3 Paiton–Besuki masih berada dalam proses ULFO.
Dengan demikian, proses yang berlangsung saat ini lebih tepat dipahami sebagai tahap finalisasi kesiapan operasional, bukan pembangunan fisik yang belum selesai.
Menunggu Jalan Tol yang Benar-Benar Siap
Pemerintah menempatkan pembangunan Prosiwangi sebagai proyek strategis untuk memperkuat konektivitas kawasan Tapal Kuda.
Keberadaan jalan tol tersebut diharapkan memperlancar pergerakan masyarakat, meningkatkan konektivitas antarwilayah dan menciptakan efisiensi dalam distribusi logistik di Jawa Timur.
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pembangunan jalan tol memiliki arti strategis yang tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody.
Karena itu, setiap tahapan menuju pengoperasian harus dipastikan berjalan dengan benar.
Masyarakat tentu berharap jalan tol segera dibuka. Namun, harapan tersebut harus berjalan seiring dengan kepastian bahwa seluruh aspek keselamatan dan teknis telah memenuhi standar.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan proyek bukan hanya ketika konstruksi dinyatakan rampung 100 persen, tetapi ketika seluruh sistem telah siap digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Untuk saat ini, Seksi 1 dan Seksi 2 dari Suko hingga Kraksaan telah selesai secara konstruksi dan memperoleh SLO. Akan tetapi, pembukaan komersial masih menunggu penyempurnaan Simpang Susun Gending dan penyelesaian rekomendasi teknis serta keselamatan.
Sementara Seksi 3 Paiton–Besuki masih menjalani ULFO.
PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol sebagai BUJT juga telah berkomitmen menuntaskan rekomendasi yang diberikan.

Jika seluruh tahapan tersebut telah dipenuhi dan izin pengoperasian resmi diterbitkan, maka Tol Prosiwangi baru benar-benar memasuki babak baru: bukan lagi sebagai proyek yang dinantikan, melainkan sebagai infrastruktur yang dapat digunakan masyarakat dan menjadi bagian penting dari penggerak konektivitas serta ekonomi kawasan Tapal Kuda.
(Red/Tim-Biro Sitijenar Group Multimedia)












